Drawing the light

Kamis, 09 Februari 2012

Jeruji Besi Menanti Angie

Jakarta - Sejumlah mobil bolak-balik mendatangi rumah yang terletak di Taman Cilandak III, Blok E, No. 14, Jakarta Selatan itu. Sejumlah wartawan juga telah menyanggongi rumah itu dari pagi. Namun si pemilik rumah, politisi Partai Demokrat (PD) Angelina Sondakh, tidak kunjung menampakkan diri.

Menjelang siang, Jumat 3 Februatri 2012 itu, rumah janda Adjie Massaid itu kedatangan mobil penyewaan tenda. Para tukang tenda itu hanya menaruh tenda dan besi-besinya di halaman depan. Kemudian mereka pun bergegas pergi dengan mobil pic up Mitsubisi L 300.

Dari informasi yang dikumpulkan majalah detik, para tamu yang datang ke rumah Angie, panggilan akrab Angelina Sondakh, adalah adik iparnya, Mudji Massaid, Ibunda Adjie Massaid, Ross Suyono, Tina Talisa serta beberapa kerabat. Mereka datang untuk mempersiapkan acara tahlilan peringatan 1 tahun meninggalnya mendiang suami Angie, Adjie Massaid, pada 5 Februari 2012.

Tidak satu pun kerabat Angie yang datang mau buka mulut kepada wartawan. Bahkan ketika beberapa wartawan hendak mendekati rumah berlantai dua yang pagarnya setinggi 2 meter itu, seorang pria bercelana pendek langsung menghalau dengan isyarat lambaian tangan.

Baru malam harinya, sekitar pukul 21.30 WIB, kole Angie di PD Andi Subiakto, yang datang ke rumah itu, mau berbagi cerita. Menurut Andi, Angie ada di rumah. Perempuan yang baru ditetapkan sebagai tersangka Wisma Atlet itu sedang khusuk beribadah. "Dia terlihat biasa saja, tidak shock," kata Andi.

***

Edisi terbaru Majalah Detik (edisi 6 Februari 2012) mengupas tuntas tema 'Bui Menanti Angie', juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas 'Ada Apa Miranda dan Artha Graha?' , rubrik hukum berita komik "Tragedi Nenek Pencuri Piring', ekonomi bisnis 'Lompatan Logika Bank Infrastruktur',rubrik People' dan rubrik seni dan hiburan film 'The Artist: Masa Gemilang yang Terlupa' dan masih banyak artikel menarik lainnya.

Sumber : Deckz bilang klik disini.
Share:

Program Doktor Ilmu Ekonomi Univ. Pancasila

Program Pascasarjana Universitas Pancasila menyelenggarakan Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi ( S3 ) yang berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Nomor : 4228/D/T/2004 dan diperpanjang dengan Keputusan Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Depdiknas Nomor 4115/D/T/K-III/2009, tanggal 31 Desember 2009. Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi konsentrasi Manajemen Bisnis Universitas Pancasila ini didukung oleh Guru Besar dan Dosen-Dosen Ahli di bidangnya masing-masing yaitu bidang Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Akuntansi Manajemen dan Manajemen Sumber Daya Manusia.

Tujuan

Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi dalam konsentrasi Manajemen Bisnis Universitas Pancasila diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu dan dapat berperan sebagai Profesional, Konsultan, Pengajar ( Dosen ) dan Peneliti dalam bidang Ekonomi, Khususnya Bidang Manajemen Bisnis dengan kualitas sebagai berikut :
1. Mampu Menjadi eksekutif puncak yang visioner.
2. Dapat memberi second opinion kepada pimpinan perusahaan.
3. Dapat menjadi konsultan internal perusahaan yang berwawasan global.
4. Dapat menjadi Pengajar (Dosen) sesuai bidang ilmu yang diminati.




Sumber  : Deckz bilang kilik disini.
Share:

Rabu, 08 Februari 2012

3 Kemungkinan Skenario di Demokrat Terkait Kasus Wisma Atlet

Jakarta - Kasus Wisma Atlet menyeret-nyeret nama sejumlah kader Partai Demokrat (PD). Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melihat ada tiga kemungkinan skenario yang mungkin terjadi di partai berlambang bintang mercy ini.

"Skenario pertama, SBY dan petinggi Demokrat lainnya mampu meyakinkan Anas Urbaningrum untuk nonaktif secara permanen atau sementara sebagai Ketua Umum, walau belum ditetapkan sebagai tersangka," ujar peneliti senior LSI, Barkah Pattimahu, saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Minggu (5/2/2012).

Skenario ini dilakukan agar mudah bagi Demokrat untuk melakukan pemulihan. Untuk kepentingan public relation, inisiatif mundur akan keluar dari mulut Anas sendiri. Nah, agar kebijakan ini fair beberapa petinggi lainnya yang disebut-sebut punya masalah sama dengan Anas pun harus mundur. Orang-orang yang dimaksud Barkah adalah Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh dan Mirwan Amir yang namanya kerap disebut terkait kasus Wisma Atlet.

Skenario kedua, Anas tidak bersedia mundur walau ditetapkan sebagai tersangka sekalipun. Alasannya dengan menjadi tersangka, kubu Anas mengatakan belum pasti dia bersalah secara hukum. Kubu Anas akan membuat pesan bahwa ini adalah permainan politik.

"Kubu Anas akan terus melawan dan mengatakan bahwa yang menyebabkan turunnya pamor Demokrat juga kinerja Presiden yang tidak memuaskan. Tapi dalam skenario ini, mereka yang anti Anas cukup kuat dengan aneka gerilya. Mereka melakukan kongres luar biasa (KLB) dan berhasil mengganti Anas selaku ketua umum," papar Barkah.

Skenario ketiga, Anas tidak bersedia mundur tapi KLB sulit terlaksana. KLB tidak kunjung terwujud meski gerakakan anti Anas menguat. Kubu Anas bersikukuh Anas menghadapi kasus hukumnya dan tetap sebagai Ketum Demokrat.

Kubu Anas dinilai berpandangan, selagi Anas tidak lagi menjabat Ketum, maka Anas akan semakin mudah dijaring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keyakinan ini yang membuat pendukung Anas mati-matian membela Anas agar tidak mundur sebagai ketum, walau ditetapkan sebagai tersangka sekalipun.

"Skenario ketiga ini hanya akan terjadi jika pendukung Anas masih mengakar. Apalagi jika kubu Anas memliki 'kartu truf' rahasia lain PD yang 'berbahaya'. Jika diganggu, mereka mengancam akan membuka kartu truf itu, Demokrat diancam akan semakin terpuruk," jelas Barkah.

Kendati demikian, LSI belum bisa memastikan skenario mana yang akan terjadi. Yang bisa diprediksi LSI adalah jika kasus Wisma Atlet semakin menjerat petinggi Demokrat dan internal partai ini tidak bisa merespons maka Demokrat akan terpuruk.

"Semakin terkesan Demokrat setengah hati berjuang menumpas korupsi, semakin Demokrat akan terpuruk," ucap Barkah.


Sumber  : deckz bilang klik disini.http://www.detiknews.com/read/2012/02/05/161010/1834514/10/3-kemungkinan-skenario-di-demokrat-terkait-kasus-wisma-atlet?nd992203605
Share:

Lion Air Jamin Tidak Ada Lagi Pilotnya yang Konsumsi Narkoba

Jakarta - Lion Air menjamin tidak ada lagi pilotnya yang mengkonsumsi narkoba. Maskapai berbiaya murah ini melakukan pengecekan saat krunya hendak menerbangkan pesawat.

"Saya yakinkan pilot dan kru kami yang terbang tidak ada lagi yang konsumsi narkoba. Artinya, saat mau terbang kita cek soal narkobanya dan harus bersih," kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait dalam jumpa pers di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2012). Bersamanya adalah Direktur Penindakan Pengejaran BNN Benny Mamoto dan Humas BNN Sumirat.

Edward menyatakan tidak akan memberi toleransi bari krunya yang terlibat narkoba. Dia juga meminta agar masyarakat yang melihat pegawai Lion Air menggunakan narkoba untuk memberikan informasi kepada aparat.

"Kita juga meminta BNN memberikan masukan agar masalah narkoba tidak muncul lagi," katanya.

Pilot Lion Air Saiful Salam ditangkap di sebuah hotel di Surabaya pada 4 Februari 2012. Penangkapan ini dilakukan setelah BNN menciduk pilot Hanum Adhyaksa di sebuah karaoke di Makassar pada 9 Januari 2012. Hanum mengaku dia pernah nyabu bersama Saiful. Berdasar keterangan inilah Saiful diintai dan ditangkap.

Sebelum keduanya diciduk BNN, seorang pilot dan dua kopilot maskapai yang sama juga ditangkap polisi dalam kasus narkoba.



Sumber   :  Deckz bilang klik disini.http://www.detiknews.com/read/2012/02/08/172822/1837691/10/lion-air-jamin-tidak-ada-lagi-pilotnya-yang-konsumsi-narkoba?nd992203605
Share:

Senin, 06 Februari 2012

Tes MotoGP Sepang Stoner Lagi-lagi Tercepat



Getty Images/Mirco Lazzari GP
Sepang - Casey Stoner benar-benar mendominasi tes MotoGP di sirkuit Sepang. Setelah absen di sesi pertama, Stoner berjaya di dua seri terakhir termasuk Kamis (2/2/2012) sore WIB.

Stoner kali ini mencatatkan waktu tercepat yakni 1 menit 59,607 detik setelah melahap 21 lap. Ia unggul setengah menit atau 0,591 dari rival terdekatnya yakni Jorge Lorenzo.

Lorenzo yang melajukan motor Yamahanya cukuup banyak mengitari lintasan Sepang yakni sebanyak 35 kali.

Di posisi ketiga tercepat ada rekan setim Stoner, Dani Pedrosa, dengan raihan waktu 2 menit 0,256 detik setelah melahap 26 lap. Di posisi ke-4 ada Ben Spies dan rider Ducati, Valentino Rossi di urutan kelima.

Tes yang dilakukan hari ini adalah yang terakhir dalam rangkaian tes pra musim di Sirkuit Sepang. Hari pertama Lorenzo tampil tercepat dan kemarin giliran Stoner.


Pos Rider Team Time Laps
1. Casey Stoner Repsol Honda Team 1m59.607s 21
2. Jorge Lorenzo Yamaha Factory Racing 2m00.198s + 0.591 35
3. Dani Pedrosa Repsol Honda Team 2m00.256s + 0.649 26
4. Ben Spies Yamaha Factory Racing 2m00.495s + 0.888 16
5. Valentino Rossi Ducati Team 2m00.824s + 1.217 42
6. Hector Barbera Pramac Racing Team 2m00.929s + 1.322 40
7. Cal Crutchlow Monster Yamaha Tech 3 2m01.108s + 1.501 26
8. Andrea Dovizioso Monster Yamaha Tech 3 2m01.257s + 1.650 40
9. Alvaro Bautista San Carlo Honda Gresini 2m01.384s + 1.777 34
10. Nicky Hayden Ducati Team 2m01.729s + 2.122 19
11. Stefan Bradl LCR Honda 2m01.894s + 2.287 38
12. Karel Abraham Cardion AB Motoracing 2m02.218s + 2.611 38
13. Katsuyuki Nakasuga Yamaha Factory 2m02.334s + 2.727 27
14. Franco Battaini Ducati Team 2m03.033s + 3.426 35
15. Colin Edwards NGM Mobile Forward Racing 2m04.722s + 5.115 36
16. Ivan Silva Avintia Racing 2m08.225s + 8.618 41
17. Robertino Pietri Avintia Racing 2m09.640s + 10.033 16
18. Jordi Torres Avintia Racing 2m10.184s + 10.577 29

Sumber : klik disini.
Share:

Tes di Sepang Puaskan Rossi


Getty Images
Sepang - Valentino Rossi sudah selesai melakukan pengujian resmi pertamanya di atas Ducati Desmosedici GP12. Meski tak mencatat waktu tercepat sepanjang tes tiga hari itu, Rossi tetap puas.

Dalam sesi tes hari terakhir, Kamis (2/2/2012), Rossi menjadi rider dengan waktu terbaik kelima terpaut 1,2 detik dari Casey Stoner yang jadi rider dengan waktu tercepat. Ia pun gagal menjaga selisih waktu di bawah satu detik dari rider terdepan, yang mana bisa ia lakukan pada dua sesi sebelumnya.

Pun demikian, itu tidak terlepas dari laju Stoner yang mengemas torehan waktu apik satu menit 59,607 detik, yang sudah berjarak setengah detik dari Jorge Lorenzo (Yamaha) yang punya torehan terbaik kedua.

"Pada akhirnya hasilnya positif," ujar Rossi puas di Crash.

"Kami memiliki awal yang bagus. Posisi lima memang tidak spesial, tapi kami sudah lebih dekat, terkecuali dari Stoner. Rider lain tidak terlalu jauh. Ini sangat bagus," lanjutnya.

Dalam sesi tes selama tiga hari di Sepang, Rossi juga terus menajamkan catatan waktunya. Setelah di hari pertama mengemas waktu dua menit 2,392 detik, pada hari terakhir ia membuat waktu dua menit 0,824 detik.

"Pada hari pertama kami terpaut 0,7 detik dari Lorenzo dan di hari terakhir kami juga terpaut 0,7 detik dari Lorenzo. Jadi ketika kami memodifikasi motor, kami juga jadi lebih oke."

"Aku senang, terutama karena kami masih punya dua atau tiga hal lagi yang bisa dibenahi. Kini kita harus melihat kapan kami mungkin melakukannya. Aku harap segera!" simpul Rossi.


 Sumber : klik disini.
Share:

Stoner Keluhkan Tambahan 4 Kg di Motor



Getty Images
London - Ada perubahan berat pada motor 1.000cc dari tes di Valencia akhir tahun lalu dengan tes di Sepang yang baru saja selesai. Ini ternyata bikin Casey Stoner sedikit menggerutu.

Pada akhir November lalu tes resmi MotoGP dengan menggunakan motor 1.000cc telah dilakukan. Tes lain di Sepang lantas baru saja tuntas dihelat.

Dari kedua tes tersebut ada perbedaaan berat di motor-motor para rider. Tim Repsol Honda, yang diperkuat Stoner, bahkan mesti menambahkan berat total 4 kg sesuai dengan perubahan regulasi.

Stoner, meski menuai hasil cukup oke dalam tes di Sepang, mengeluhkan adanya penambahan berat tersebut karena menilainya sedikit terlambat diberlakukan.

"Ya, dan itu cukup bikin frustrasi," tukas Stoner ketika ditanya Female First apakah ia merasakan perbedaan berat itu.

"Kami sudah membangun motor dan kemudian mereka memutuskan untuk mengubah regulasinya, jadi kami harus menambahkan berat 4kg ke motor kami," keluhnya.

Penambahan tersebut, papar Stoner, sudah berimbas kepada motor karena memang sedari awal disiapkan untuk melaju dengan tanggungan berat minus 4kg yang baru ditambahkan kemudian.

"Ini adalah kerugian buat kami karena motornya sudah dibangun dengan perencanaan berat yang spesifik, dan kini kami harus menambahnya. Ini berpengaruh ke motor."

"Secara umum, tidak akan terlihat pengaruhnya tapi sialnya itu akan sedikit terasa di pertengahan tikungan. Kami harus berusaha mengadaptasikannya sedikit lagi dan mengatasi ini, tapi sungguh mengecewakan karena keputusan tersebut dibuat terlambat," simpul Stoner.

Stoner dan rider lain akan menjalani rangkaian tes terakhir di Jerez pada akhir Maret depan sebelum musim baru mulai bergulir pada 8 April mendatang.

sumber : Klik di sini
Share:

Mengenai Saya

Foto saya
Hidup adalah sebuah perjuangan. Hadapilah dengan semangat. Hiduplah dengan semarak.

Weapon

Weapon

Theme Support