Drawing the light

Selasa, 28 Oktober 2014

Mrambos Merah / Hibiscus Radiatus

Mrambos merah (Hibiscus radiatus) adalah tanaman perdu berkayu dengan banyak cabang yang dipergunakan sebagai tanaman obat di Indonesia. Di Indonesia, mrambos merah dikenal dengan sebutan seperti mrambos merah (Jawa Tengah), dan kasturi kokotu (Ternate).

   
Mrambos Merah
Hibiscus radiatus Cav
Nama umum
Indonesia:Mrambos merah
Hibiscus radiatus

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (TumbuhanSubkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Dilleniidae
                         Ordo: Malvales
                             Famili: Malvaceae (suku kapas-kapasan)
                                 Genus: Hibiscus
                                     Spesies: Hibiscus radiatus Cav

Kerabat Dekat
Waru Gunung, Kembang Sepatu, Rosela, Wora-wari Gantung, Waru Gombong, Bunga Sepatu Mawar, Waru Lengis, Waru Landak, Hibiscus, Yute Jawa


Tanaman Mrambos merah adalah termasuk kelompok perdu dan memiliki penampakan yang cantik.. Seluruh bagian tanaman ini terlihat serba merah, mulai dari daun, batang sampai bunganya.
Frambos merah memiliki bentuk daun oval pada saat muda dan berubah bentuk menjari saat daun mulai dewasa dnegan pinggir bergerigi tumpul.

Tanaman ini memiliki nama latin Hibiscus Radiatus cav dan termasuk ke dalam famili tumbuhan Malvaceae atau Rosaceae. Memiliki bunga yang cukup besar mirip bunga sepatu, berwarna merah tua dengan serbuk sarinya berwarna kuning di bagian tengahnya.

Mrambos merah termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan penanganan secara khusus. Di butuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.

Dalam budidaya sebaiknya jangan memberkan tanaman ini pupuk kimia, gunakan pupuk organik seperti kompos dari daun atau kotoran kambing. Untuk mengatasi serangan hama gunakan juga insektisida alami. Selain itu tanaman perdu ini juga membutuhkan cukup sinar matahari dan jenis tanah yang porus untuk pertumbuhan optimal.

Cara perbanyakan tanaman ini cukup mudah dengan menggunakan biji. Biji yang sudah tua di semai terlebih dahulu di tempat pembibitan. Sebaiknya tempat pembibitan terhindar dari hempasan curah hujan secara langsung. Setelah bibit berdaun tiga atau empat bisa langsung di pindahkan ke lapang.
Berdasarkan beberapa literatur frambos merah memiliki kandaungan kimia antara lain tannin, flavonoida, asam sitrat, gula, pektin dan zat warna. Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat diuretik.

Efek farmakologi ini di peroleh dari penggunaan daun. Untuk pengobatan dalam berbagai literatur tercatat pengalaman secara turun temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini digunakan untuk peluruh air seni. Selain itu tanaman ini digunakan untuk memperbaiki bau dan rasa obat terutama yang mengandung bromida dan yodida.


Sumber : Deckz bilang klik disini.
Share:

SUMPAH PEMUDA

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). 
Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.


Berikut ini adalah bunyi "Sumpah Pemuda" sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia


 

Makna isi teks sumpah pemuda: Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ikrar dan janji yang diucapkan kaum muda dan mudi Indonesia dalam Kongres Pemuda Kedua tersebut menjadi salah satu landasan awal untuk memperjuangkan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Inilah kalimat teks Sumpah Pemuda asli 28 Oktober 1928.

Kongres Pemuda Kedua dilangsungkan selama dua hari, yaitu tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 di Batavia atau Jakarta. Di hari kedua, diucapkanlah janji oleh para pemuda dan pemudi peserta kongres untuk menyatakan bahwa ”tanah air”, ”bangsa”, dan ”bahasa” mereka adalah satu, yaitu tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia.

Para peserta Kongres Pemuda Kedua ini adalah para perwakilan dari organisasi-organisasi pemuda yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond (JIB), Pemoeda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemoeda Kaoem Betawi, Indonesische Studieclub, dan lain-lain.

Adapun sejumlah tokoh pergerakan pemuda yang turut terlibat saat itu antara lain: Soegondo Djojopoespito, Mohammad Yamin, Amir Sjarifuddin, R. Katja Soengkana, Johanes Leimena, Rochjani Soe’oed, Ramelan, Sarbini, Arnold Manonutu, Bahder Djohan, Siti Sundari, Djuanda, Soejono Djoenoed Poeponegoro, Kasman Singodimedjo, Mohammad Roem, Wilopo, WR Soepratman, dan masih banyak lagi.


Sumber : Deckz bilang klik di sini.
Share:

Senin, 27 Oktober 2014

Bantal harus Diganti Setiap 6 Bulan Sekali


Tahukah anda bahwa ada ekosistem lain di tempat tidur anda..???




Sebuah penelitian menemukan bahwa bantal tempat anda meletakkan kepala adalah rumah dari jutaan jamur spora dari kamar mandi, dapur, dan tempat - tempat lainnya. Rata-rata tempat tidur juga dipenuhi ribuan kutuseukuran mikroskopik yang memproduksi begitu banyak kotoran sehiingga dapat menambah berat sampai setengah kilogram setiap tahunnya ke tempat tidur anda.

Bagaimana mereka bisa bertahan hidup..???
Jawabannya tidak lain adalah manusia sendiri. Manusia memberi mereka makan dengan kulit mati yang mengelupas dari tubuh serta keringat yang menetes sebanyak 100 liter setiap tahunnya. 
Hal ini cukup untuk memberi mimpi buruk bagi kita. bantal yang digunakan lebih dari 6 bulan merupakan pelabuhan kotoran, minyak sel kulit mati dan debu, yang bisa menyebabkan jerawat dan bahkan memicu reaksi alergi.


Sebuah studi menyatakan bahwa jutaan warga Inggris sering terkena penyakit karena tidak mengganti selimut sesering yang seharusnya.
Dari hasil survey yang dilakukan terhadap 2.200 pria dan wanita, kami menemukan bahwa 82% dari mereka tidak mengetahui seberapa sering mereka harus mengganti bantl dan selimut mereka.

 

Menurut Sleep Council, bantal harus diganti setiap 2 tahun dan selimut harus dibuang setelah 5 tahun pemakaian. "Jika anda tidur dengan posisi wajah  atau pipi menempel pada bantal yang kotor, maka inilah yang memicu timbulnya jerawat," kata Director of the sleep to Live Institute in Mebane, North California, Dr. Robert Oexman, seperti dilansir laman Daily Mail, Minggu (14/9).

Tungau debu yang terdapat pada bantal dapat mempeburuk asma dan memicu reaksi alergi.  
Dr. Oexman menyarankan sebaiknya anda teratur mencuci seprei dan mengganti bantal anda secara rutin.

Share:

SUSUNAN KABINET JOKOWI - JK

Ini adalah nama-nama Menteri Kabinet JOKOWI - JK

1. Menteri Sekretaris Negara                                      : Prof. Dr. Pratikno
2. Kepala Bappenas                                                    : Andrinof Chaniago
3. Menteri Kemaritiman                                              : Indroyono Soesilo
4. Menko Politik Hukum dan Keamanan                       : Tedjo Edy Purdjianto
5. Menko Perekonomian                                             : Sofyan Djalil
6. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan        : Puan Maharani
7. Menteri Perhubungan                                              : Ignatius Jonan
8. Menteri Kelautan dan Perikanan                                : Susi Pudjiastuti
9. Menteri Pariwisata                                                  : Arief Yahya
10. Menteri ESDM                                                     : Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri                                           : Tjahjo Kumolo
12. Menteri Luar Negeri                                             : Retno Lestari Priansari Marsudi
13. Menteri Pertahanan                                               : Ryamizard Ryacudu
14. Menteri Hukum dan Ham                                      : Yasonna H.Laoly
15. Menkominfo                                                         : Rudiantara
16. Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi                    : Yuddy Chrisnandi
17. Menteri Keuangan                                                            : Bambang Brodjonegoro
18. Menteri BUMN                                                    : Rini M.Soemarno
19. Menteri Koperasi dan UMKM                                : Puspayoga
20. Menteri Perindustrian                                           : Saleh Husin
21. Menteri Perdagangan                                            : Rahmat Gobel
22. Menteri Pertanian                                                 : Amran Sulaiman
23. Menteri Ketenagakerjaan                                       : Hanif Dhakiri
24. Menteri PU dan Perumahan Rakyat                        : Basuki Hadimuljono
25. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan              : Siti Nurbaya
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang                            : Ferry Musyidan Baldan
27. Menteri Agama                                                     : Lukman Hakim Saifudin
28. Menterni Kesehatan                                              : Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial                                                       : Khofifah Indra Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan anak           : Yohanan Yambise
31. Menteri Budaya Dikdasmen                                   : Anies Baswedan
32. Menristek dan Dikti                                              : M.Nasir
33. Menpora                                                                : Imam Nahrawi
34. Menteri PDT dan Transmigrasi                              : Marwan Jafar

Share:

Senin, 08 September 2014

MDT-DT Dilantik di Kantor Kemendagri

MDT-DT Dilantik di Kantor Kemendagri
DECKZWAR, TAMBOLAKA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, akan melantik Markus Dairo Talu, S.H - Drs. Ndara Tanggu Kaha (MDT-DT) sebagai Bupati-Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) masa jabatan 2014-2019.
Pelantikan berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3 Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (8/9/2014).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati SBD, Drs. Antonius Umbu Zaza, M.Si dan Wakil Ketua DPRD SBD, Jusuf Mallo, menyampaikan itu saat dihubungi Jumat (5/9/2014) sore. "Pelantikan MDT-DT harus berjalan karena ada perintah. Apalagi semua tahap sudah dilalui," tandas Jusuf Mallo.
Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, pada Jumat pagi ada rapat di Kemendagri, dihadiri Mendagri Gamawan Fauzi, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Selaku pimpinan DPRD SBD, Jusuf Mallo juga hadir. "Rapat itu, intinya membicarakan tentang protokoler, tata cara pelaksanaan pelantikan, berapa undangan yang hadir. Jadi, semua sudah ready (siap). Nanti hari Minggu (7/9/2014) gladi bersih," jelasnya.
Mengenai kehadiran anggota DPRD SBD, Jusuf Mallo mengatakan, semua diundang, namun karena pada tanggal 9 September 2014 akan ada pelantikan anggota DPRD SBD yang baru sehingga tidak mesti semua anggota DPRD SBD harus hadir.
"Paripurna pelantikan ini tidak perlu quorum. Yang penting ada unsur pimpinan dan anggota Dewan hadir," ujarnya.
Jusuf Mallo mengatakan, jika ketua DPRD SBD berhalangan hadir, maka dia siap memimpin paripurna pelantikan Bupati- Wakil Bupati SBD.
Plt Bupati SBD, Antonius Umbu Zaza, mengaku menerima dua telex dari Ditjen Otda. Telex Nomor T.131/53/3488/OTDA ditujukan kepada Gubernur NTT, Forkopimda NTT, Pimpinan DPRD SBD, Plt Bupati SBD dan Forkopimda SBD.   Isi telex tersebut, jelas Umbu Zaza, pelantikan MDT-DT dilaksanakan tanggal 8 September di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3 Kemendagri.
Telex kedua Nomor T.094/3487/OTDA, ditujukan kepada Gubernur NTT. Bunyi telex,  menindaklanjuti surat saudara Nomor Pem.131/304/II/2014 tanggal 11 Agustus 2014 hal pengambilan sumpah/janji Bupati-Wakil Bupati SBD yang intinya menyerahkan proses pelantikan MDT-DT sebagai Bupati-Wakil Bupati SBD masa jabatan 2014-2019 kepada Mendagri, bersama ini disampaikan: Memberitahukan kepada Gubernur NTT guna menugaskan Sekda NTT, Karo Pem dan kepada Plt Bupati SBD agar menugaskan Sekda SBD, Sekwan DPRD SBD dan memberitahukan kepada pimpinan DPRD SBD untuk hadir dalam rapat persiapan pelantikan pada hari Jumat (5/9/2014) pukul 09.00 WIB bertempat di ruang rapat Dirjen Otda lantai 8 Gedung F Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7 Jakarta Pusat.
"Telex kedua ini saya terima Kamis jam 10 malam. Minta kami hadiri rapat yang digelar jam 9 pagi di Depdagri. Bagaimana bisa hadir karena dapat informasi jam 10 malam. Karena waktunya mepet sehingga tidak mungkin dapat alat transportasi, kecuali dari Kodi ke Tambolaka. Jadi, saya tidak hadir. Bukan karena saya tidak mau, tapi karena transportasi tidak ada," jelas Umbu Zaza.
                                              
Wajib Hadir
Mengenai pelantikan MDT-DT di Jakarta, Umbu Zaza mengatakan, akan menghadiri acara pelantikan. "Saya wajib hadir. Saya sedang upayakan tiket," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tanggal 9 September 2014 ada pelantikan anggota DPRD SBD periode 2014-2019. Selain itu, lanjutnya, ada kunjungan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) bersama Pangdam Udayana dan Wakapolda Bali untuk melihat lokasi pembangunan radar di Kahale, Kodi.
"Saya upayakan agar dua kegiatan ini saya hadir," katanya.

Tindakan Dirjen Otda Provokatif
KETUA DPRD Kabupaten SBD, Yosep Malo Lende mengatakan, mendapat informasi dari Karo Tatapem Setda NTT,  Silvester Banfatin, bahwa ada undangan dari Dirjen Otda untuk menghadiri pertemuan pada Jumat pagi.
"Rapat itu dengan agenda persiapan pelantikan. Saya tidak hadir," kata Malo Lende, saat dihubungi Kamis (4/9/2014) malam.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, tidak mengetahui informasi tentang pelantikan MDT-DT di Kemendagri pada Senin (8/9/2014).   "Sama sekali saya tidak tahu. Setahu saya belum ada Keputusan Presiden (Keppres). Lalu apa rujukan Mendagri untuk melantik? Kalau ada Keppres dipublikasi, mana, jangan atur diam-diam di Kemendagri," tandas Malo Lende.
Malo Lende mengritik sikap Dirjen Otda. Menurutnya, apa yang dilakukan Dirjen Otda (Djohermansyah Djohan) merupakan tindakan provokatif. Malo Lende menegaskan, pihaknya saat ini fokus persiapan pelantikan anggota DPRD SBD periode 2014-2019 yang akan berlangsung tanggal 9 September 2014.

Pemprov Dapat Undangan
Pemprov NTT sudah mendapat pemberitahuan resmi terkait pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) dari Mendagri pada Jumat (5/9/2014). Sekda NTT, Frans Salem kepada Pos Kupang Jumat (5/9/2014) malam membenarkan sudah ada surat pemberitahuan dari Mendagri.
Ia mengatakan, surat pemberitahuan itu sekaligus undangan untuk menghadiri pelantikan itu.
"Sudah. Suratnya difax tadi. Tentang pelantikan bupati dan wakil bupati pada hari Senin. Ini pemberitahuan sekaligus mengundang hadir," ujarnya.
Ditanya apakah gubernur akan hadir, Frans  mengatakan, ia belum mengetahui apakah gubernur hadir pelantikan atau tidak. Yang jelas, lanjutnya, sebagai sekda ia tidak hadir pada tanggal itu karena ada kegiatan yang sudah terjadwal sebelumnya. "Saya ada kegiatan, saya belum tahu Pak Gubernur apakah hadir atau tidak," katanya.
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui SMS, tidak ada balasan.

Sumber : klik disini.
Share:

Pose Bung Karno, Mitos, dan Sejarah Tak Rampung Patung Pancoran


Pose Bung Karno, Mitos, dan Sejarah Tak Rampung Patung Pancoran
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Patung Dirgantara atau yang lebih dikenal sebagai Patung Pancoran, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

DeckzWarNews-Sosok lelaki berotot kekar dengan tangan terulur ke depan seolah menunjuk ke sebuah arah, akan terlihat jelas setiap orang melintasi jembatan layang di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.
Berbalut awan putih atau langit senja, sosok setinggi 11 meter itu dengan tiang penyangga menjulang 27 meter tersebut, menjadi pemandangan yang sejenak mengalihkan perhatian dari sesaknya jalanan di kawasan ini. Orang-orang menyebutnya Patung Pancoran.
"Nama aslinya adalah patung Dirgantara," kata Hubertus Sadirin, ahli konservatori dari Balai Konservasi Dinas Pariwisata, Sabtu (6/9/2014). Patung ini dibuat oleh pematung Indonesia, Edhi Sunarso, pada 1964-1965.
Dibangun pada era pemerintahan Presiden Soekarno, papar Sadirin, patung ini dibangun untuk menunjukkan kekuatan, kepemimpinan, dan kemegahan Indonesia di udara, di dirgantara. Bila cermat diamati, lanjut dia, lokasi patung ini berada tepat di depan Markas Besar Angkatan Udara.
Pose Bung Karno
Namun, pembuatan patung tersebut juga melibatkan antara lain keluarga Arca Yogyakarta, perusahaan Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono, dan PN Hutama Karya dengan Sutami sebagai arsitek pelaksana.
"Model patung ini adalah Bung Karno (Soekarno, red). Beliau memeragakan pose-nya. Namun, wajah patungnya adalah Pak Edhi," tutur Sadirin.
Patung Pancoran dibuat dengan bahan perunggu. Adapun tiang penyangganya berbahan beton. Total bobot patung ini mencapai 11 ton. Dengan bahan tersebut, biaya pembuatannya pun tak murah tetapi Sadirin tak bisa menyebutkan nominal biaya yang tepat.
Sekalipun memiliki filosofi dan makna yang positif serta harapan tinggi akan kedirgantaraan Indonesia, proses penyelesaian patung sempat terkendala peristiwa G30S pada 1965. Apalagi, saat itu kondisi kesehatan Bung Karno juga terus menurun. "Ini adalah patung terakhir yang digagas ide cemerlang dan idealisme Bung Karno."
Mitos ujung jari
Beragam mitos pun membalut patung ini, salah satunya adalah mitos ujung jari. Patung ini berdiri menghadap utara. Jarinya pun menunjuk ke arah yang jauh.
Arah jari menunjuk tersebut diyakini oleh sebagian kalangan sebagai penunjuk lokasi kekayaan rahasia milik Bung Karno. Namun, kalangan lain berpendapat arah telunjuk itu mengarah ke Pelabuhan Sunda Kelapa.
Ada pula yang berpendapat ujung jari ini merupakan perlambang sapaan dan sambutan bagi orang-orang yang baru tiba di Jakarta melalui Bandara Halim Perdana Kusuma.
"Mitos itu bukan berdasar kajian ilmiah," tegas Sadirin. "Pak Edhi sendiri sempat cerita kalau tidak ada indikasi seperti itu. Patung ini kan adanya di belakang markas AU jadi ya gambarannya untuk memimpin penerbangan Indonesia agar lebih maju," papar dia.
Patung yang tak rampung
Sadirin mengungkap satu hal lagi yang tak banyak diketahui publik. "Patung ini sebenarnya belum jadi. Sampai sekarang."
Bila dilihat dari kejauhan, kata Sadirin, patung ini seolah sudah sempurna dan tak beda dengan patung karya Edhi lainnya. Patung lain itu antara lain patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
Namun, lanjut Sadirin, bila diamati lebih dekat, patung Pancoran akan terlihat permukaannya masih kasar dan kentara banyak tambalan las penyambung satu bagian dengan bagian lain.
"Dulu, ketika membuat patungnya, pak Edhi mengumpulkan semua barang-barang yang terbuat dari perunggu kemudian dilebur, dan beberapa bagian lainnya disambung. Makanya kesannya jadi kasar," papar Sadirin.

Meski menyebut patung itu belum rampung, Sadirin mengatakan tak ada rencana untuk merampungkan patung itu. "Karena dari awal sudah begini maka kami hanya menjaga cagar budaya ini sesuai bentuk aslinya," kata dia.
Selain belum rampung, patung yang satu ini juga ternyata tak pernah diresmikan. Saat patung sudah berbentuk seperti sekarang, Bung Karno telah meninggal.
"Rencananya, setelah patung dibersihkan, kami akan membuat laporan sekaligus mengajukan gagasan untuk meresmikan patungnya," kata Sadirin. "Ini kan benda cagar budaya. Jadi akan lebih baik kalau diresmikan."

Sumber : klik disini.
Share:

Selasa, 03 Desember 2013

IKLAN LIFEBOUY MELECEHKAN & MENGEKSPLOITASI KEMISKINAN DI NTT

"Belilah sabun Lifebuoy supaya kita menolong anak2 NTT bisa merayakan ulang tahun ke 5 mereka".

Iklan ini sungguh tidak menghargai harkat dan martabat masyarakat NTT. Kami, Rakyat NTT, minta iklan Lifebuoy yg bernaung dibawa perusahaan Unilever, segera menghentikan iklan itu. Hentikan pula semua upaya mengeksploitasi kemiskinan NTT untuk kepentingan bisnis dan politik apa pun. Apa benar semua anak NTT terancam mati sebelum berusia 5 tahun? Apa benar Lifebuoy yg membuat saya bisa merayakan ulang tahun ? Apa benar hanya Lifebuoy yang peduli .
NTT memang miskin tapi tdk pernah ada pengamen,pengemis,kemacetan,tdr d kolong jembtan, dsb.
Barenti pake sabun lifeboy >:O
Share:

Mengenai Saya

Foto saya
Hidup adalah sebuah perjuangan. Hadapilah dengan semangat. Hiduplah dengan semarak.

Weapon

Weapon

Theme Support