DeckzWAR News - Pelatih AC Milan,
Massimiliano Allegri mengakui timnya sangat keteteran saat babak
pertama. Di 45 menit pertama Rossoneri, julukan AC Milan, memang terus
dibombardir Barcelona.
"Kami bermain dalam dua fase yang berbeda. Di fase pertama bertahan
dan fase kedua menyerang. Secara keseluruhan kami bermain bagus setelah
turun minum. Tapi di babak pertama kami lebih banyak melakukan
penyelamatan ketimbang menyerang mereka," kata Allegri usai pertandingan
dikutip dari UEFA.COM.
Allegri mengakui hasil akhir 0-0 adalah hasil paling adil bagi kedua
tim. "Sekarang kami tahu bahwa kami juga punya kualifikasi atas
Barcelona. Kami akan melakukannya di pertandingan lanjutan," kata
Allegri.
Laga AC Milan vs Barcelona di San Siro berlangsung tanpa gol.
barcelona setidaknya melancarkan 18 tembakan ke gawang sementara Milan
hanya lima kali. Tapi dari 18 tembakan itu hanya tiga tembakan Barcelona
yang tetap sasaran ke mulut gawang.
Barcelona gagal mencuri satu gol saat bertandang ke Giuseppe Meazza markas AC Milan. Kedua tim bermain imbang 0-0.
Silih berganti serangan diperlihatkan anak-anak Milan dan Barcelona, El Barca masih terlihat mendominasi penguasaan bola.
Peluang
pertama Barca di babak kedua didapat setelah Lionel Messi melakukan
solo run tanpa bisa dihadang, namun Alesandro Nesta menghadangnya. Kartu
kuning pun diberikan wasit kepada bek Italia tersebut.
Messi
menjadi eksekutor tendangan bebas, sayang tendangannya masih melebar di
kanan gawang Abbiati. Lagi-lagi, 'The Wonder Kid' Messi melakukan aksi
menggiring bola sendirian, mencoba melakukan tembakan akan tetapi
dihadang Bonera di kanan pertahanan Milan.
Memasuki menit 72,
Tello yang masuk menggantikan Andres Iniesta memiliki peluang
pertamanya, menerima umpan Messi,sendirian namun sepakannya belum
menemui sasaran dan si kulit bundar justru melambung.
Dua menit
kemudian, Messi tak terkawal di kotak 12 pas melakukan shooting sayang
kapten Milan, Ambrosini sigap mencegahnya dengan blok. Anak asuhan Pep
Guardiola pun mendapatkan tendangan sudut, Carles Puyol menang di duel
udara, menanduk bola namun sayang melebar tipis di kanan gawang Abbiati.
Sebelas
menit sebelum bubar,Tello menusuk di kanan pertahanan Milan, berhasil
sendirian tetapi Abbiati maju merebut bola. Menit 86 Messi di kanan
gawang berhasil menendang bola, Abbiati menepis si kulit bundar.
Menerima muntahan bola ke arah Tello langsung shooting, selamat gawang
Milan ada Antonini membloknya.
Seperti pada babak kedua, di 45
menit pertama baik Milan ataupun Barcelona belum bisa mencetak gol.
Tetapi, di awal pertandingan tuan rumah melakukan inisiatif menyerang,
gebrakan pun dilakukan dan tercipta peluang pertama di menit ke 2
melalui Robinho. Penyerang Brazil itu sendirian di depan gawang
Barcelona setelah terjadi sedikit kemelut, bola jatuh di kaki Robinho,
sayang tendangannya justru melambung ke udara.
El Barca menyerang
di menit ke 4, Lionel Messi menusuk di kanan pertahanan Milan dengan
liukannya mencoba mengumpan namun tidak ada kawan yang menyambut di
kotak penalti Milan.
Anak-anak asuhan Pep Guardiola mendapatkan
tendangan bebas lima menit kemudian, Messi menjadi eksekutor menyepak
bola ke sudut kanan gawang Abbiati, ada Keita menyambut umpan, sayang
sodoran pelannya melebar di kanan gawang.
Messi berhasil menjebol
gawang Abbiati di menit ke 17, setelah menerima umpan Xavi, tapi wasit
meniup peluit tanda offside. Tim Catalan terus menekan Milan, Alexis
Sanchez terjatuh saat berduel dengan Abbiati, terlihat sekilas tangan
Abbiati menyentuh kaki Sanchez, namun wasit berkata lain, pertandingan
jalan terus, kartu kuning diberikan untuk Sanchez karena dianggap
diving.
Peluang emas Milan tercipta tujuh menit kemudian,
Ibrahimovic yang menerima umpan terobosan tinggal berhadapan dengan
Valdes, sayang sontekan pelan mengarah ke kiri gawang terlalu pelan dan
jatuh di pelukan kiper kedua tim nasional Spanyol tersebut.
Dua
peluang emas Barcelona muncul lewat kaki sang kreator Xavi, di menit ke
25 dan 36. Sial, tendangannya berhasil diblok Abbiati dan bek Luca
Antonini.
Begitu pula Alexis Sanchez, lima menit kemudian,
tendangannya ditepis Abbiati yang malam itu tampil pontang panting
menahan gempuran anak-anak Catalunya.